Tips Melakukan Diet Selama Bulan Puasa Ramadhan
Bagi anda yang ingin melakukan diet, bulan puasa ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan diet. selain beribadah, tubuh yang ideal juga bisa anda peroleh.
Berikut ini tips yang bisa anda ikuti untuk melakukan diet selama bulan puasa:
-
Atur Menu Makan
Selalu konsumsi makanan yang bergizi, baik saat sahur maupun berbuka. Walau sederhana, menu yang disajikan sebaiknya tetap sesuai dengan empat sehat lima sempurna. Untuk menghindari rasa lapar, perbanyaklah makan makanan berserat seperti sayur dan buah.
-
Jaga Pola Makan
Hal pertama yang pasti dirasakan saat bulan puasa adalah perubahan pola makan. Bila sehari-hari kita terbiasa makan besar saat sarapan dan makan siang, di bulan Ramadhan kita makan saat sahur dan berbuka. Asupan makanan dan cairan ke dalam tubuh menjadi sangat terbatas. Untuk tetap fit berpuasa, konsumsi air putih secukupnya terutama saat sahur.
-
Olahraga Saat Puasa
Selama bulan puasa, ada baiknya olahraga tetap dilakukan untuk mendukung program diet Anda. Waktu yang tepat untuk berolahraga adalah 1/2-1 jam sebelum berbuka.
-
Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur
Langsung tidur setelah sahur dapat mengganggu metabolisme, perut terasa mual, mulas serta ingin muntah.
-
Jangan Langsung Makan Besar Saat Berbuka
Selama menjalankan puasa, kerja lambung menjadi lebih ringan dari biasanya. Agar lambung tidak kaget, saat berbuka sebaiknya jangan langsung menyantap makanan utama. Hal ini juga dilakukan karena lambung membutuhkan ruang kosong untuk mencerna makanan. Kunyah makanan dengan baik untuk meringankan kerja pencernaan sehingga kerja lambung tidak menjadi berat saat berbuka.
-
Hindari Minuman Dingin dan Kandungan Gula yang Tinggi
Biasakan berbuka dengan minuman yang hangat. Perut bisa menjadi kembung bila diisi dengan air dingin karena asam lambung dalam tubuh akan meningkat. Hindari juga berbuka dengan kudapan manis yang mengandung kadar gula tinggi. Menu berbuka yang manis dan menyehatkan bisa diperoleh dari buah kurma atau sari buah. Kandungan gula pada sari buah dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, tetapi tidak merangsang produksi insulin seperti pada minuman dengan kandungan gula tambahan (teh manis, sirup, kolak, dll).