
EKSPOR UKM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
Loso winarto dan darmawati nazir
ABSTRAK
Melalui penelitian ini telah disusun diskripsi dan daftar produk unggulan potensial untuk peningkatan ekspor dan pengembangan ekonomi lokal. Sebagian besar dari produk tersebut sudah berorientasi untuk pasar non lokal (46%) dan bahkan ekspor (40%). Kemampuan mengakses pasar diperkirakan akan semakin meningkan asalkan kualitas produk dapat ditingkatkan. Khusus untuk daerah perbatasan ternyata pendayagunaan potensi ekonomi lokal daerah perbatasan belum optimal. Berbagai hambatan SDM, permodalan, produksi, pemasaran dan jejaringan kerja hendaknya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Dibutuhkan investasi besar untuk pengembangan infrastruktur setempat. Model pemberdayaan UKM di daerah perbatasan di susun melalui berbagai penyesuaian dengan konteks dan kondisi spesifik di setiap kawasan perbatasan.
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha kecil menengah (UKM) dapat dikatakan tulang punggung perekonomian nasional, dapat dilihat dari besarnya kontribusi kegiatan UKM terhadap perekonomian, dimana tahun 2003 mencapai 57% dari total produk domestik bruto (PDB. Di sisi lain, menurut data sementara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (2005), pada tahun 2003, kontribusi UKM dalam ekspor hanya sebesar 16% dari total ekspor (4% berasal sektor usaha kecil dan 12% berasal dari usaha menengah). Gambaran ini menunjukkan bahwa kemampuan produk UKM untuk dapat bersaing di pasar global masih rendah.
Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki atau keunggulan produk yang dihasilkan. Dalam konteks pengembangan keunggulan tersebut, pemerintah daerah mulai mengembangkan konsep produk unggulan. Proses ini dilakukan dengan mengidentifikasi produk unggulan terutama yang berasal dari sektor usaha kecil menengah sebagai proses pengembangan sumber daya lokal dan optimalisasi atas potensi ekonomi daerah. Sebagai suatu strategi pembangunan, pengembangan produk unggulan dinilai
mempunyai kelebihan, karena dianggap bahwa suatu daerah yang menerapkan pola pembangunan ini relatif lebih “mandiri” dalam pengembangan ekonominya. Pengembangan produk unggulan dan pengembangan UKM dapat merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan ekonomi daerah. Terlebih lagi pada daerah yang tertinggal atau mempunyai ketimpangan ekonomi terhadap daerah/wilayah lain, termasuk daerah/wilayah perbatasan.
Khusus pengembangan wilayah perbatasan menjadi perhatian pemerintah karena memiliki arti penting dan strategis terkait dengan otonomi daerah, perdagangan bebas, strategi globalisasi, dan bahkan pada konteks kedaulatan nasional. Berkebalikan dengan arti pentingnya tersebut, kawasan perbatasan di Indonesia ditandai dengan kesenjangan pembangunan dengan negara tetangga, kemiskinan yang tinggi, isolasi karena akses yang sulit, kualitas sumber daya yang rendah, serta sarana prasarana yang minim. Situasi dan kondisi wilayah perbatasan secara umum rawan baik dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.
Pada konteks inilah, pembangunan ekonomi lokal dengan pengembangan UKM dapat menjadi salah satu alternatif bagi pengembangan kawasan perbatasan. Pemberdayaan UKM ini semestinya dilaksanakan secara simultan dalam kerangka kerja yang komprehensif dengan berbagai upaya lain seperti pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan sosial, penyediaan infrastruktur dan lainnya.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Dalam rangka memberdayakan UKM menangani produk unggulan berorientasi ekspor dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal khususnya di kawasan perbatasan. Kajian ini bertujuan untuk: (1) Menyusun deskripsi produk-produk unggulan potensial untuk peningkatan ekspor dan pengembangan ekonomi lokal; (2) Menyusun model pemberdayaan UKM di kawasan perbatasan dengan negara tetangga. Sedangkan manfaat yang diharapkan adalah: (1) Sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan pendayagunaan atau pengelolaan produk unggulan dalam peningkatan ekspor dan pengembangan ekonomi lokal;(2) Sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan dan strategipemberdayaan UKM kawasan perbatasan yang berbasis pada pengembangan ekonomi lokal dalam kerangka pemberdayaan kawasan perbatasan negara.
1.3 Ruang Lingkup
Lingkup kajian adalah : (1) Menyusun deskripsi dan daftar berbagai produk unggulan yang berpotensi dalam peningkatan ekspor dan pengembangan ekonomi lokal, (2) Mengkaji potensi dan permasalahan yang terkait dengan pemberdayaan UKM di kawasan perbatasan negara, (3) Menyusun konsep dan model pemberdayaan UKM di kawasan perbatasan negara.
Download selengkapnya jurnal ini
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags: